Managing Contract

Dalam mengelola proyek perangkat lunak, kita perlu mempertimbangkan tentang mekanisme manajemen kontrak. Baik sebagai acquirer maupun sebagai supplier sebaiknya senantiasa mengelola kontrak yang akan diajukan ataupun yang akan diterima. Ada beberapa hal harus dipersiapkan sebelum kontrak berjalan hingga setelah kontrak ditandatangani. Berikut alamat web untuk eksplorasi studi kasus tentang Managing Contract  http://www.audit.wa.gov.au/reports/report2001_12.pdf . Anda akan menemukan banyak wawasan baru …🙂

KUALITAS PERANGKAT LUNAK

Ketika kualitas pada umumnya disetujui menjadi ‘barang bagus’, apa yang dimaksud orang pada kata ‘kualitas’ pada sebuah sistem dapat menjadi hal yang meragukan. Oleh karena itu dibutuhkan definisi yang lebih tepat untuk kualitas pada sistem. Bagaimanapun juga, hal ini tidak cukup – kita membutuhkan keputusan secara obyektif dimana sistem menemui kebutuhan kualitas dan pengukuran. Hal ini akan menjadi fokus seseorang seperti Brigette pada Britghtmouth College pada proses pemilihan paket.

Untuk seseorang-seperti Amanda pada IOE-pengembang software, pengukuran kualitas tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses. Amanda mungkin ingin menilai kualitas sistem akhir selama dalam proses pengembangan, dan juga meyakinkan pengembangan metode yang digunakan untuk menghasilkan kualitas. Hal ini akan mengarah ke penekanan yang berbeda-daripada berfokus pada kualitas sistem akhir, customer yang berpotensi (customer yang memiliki keinginan untuk membeli software) mungkin akan mencoba untuk melakukan cek ke supplier dalam penggunaan metode terbaik.

Baca selengkapnya di http://niasaurina.blogspot.com/

Atau dapat dibaca pada kualitassoftware.pdf

Untuk contoh implementasi bisa dibaca pada 785.pdf

Manajemen Resiko

E-Government, yang di implementasikan dalam Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), adalah salah satu upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi secara cepat, tepat, lengkap, akurat dan terpadu untuk menunjang proses administrasi pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan memfasilitasi partisipasi dan dialog publik di dalam perumusan kebijakan [1].

Baca selanjutnya di www.niasaurina.blogspot.com

Atau pada artikel manajemenresikonia_811.pdf

Sumber:

waspada-pmk.pdf

proses_manajemen_risiko.pdf

perancangan_software_sistem_informasi_akademik_ftui.pdf

manajemen-bencana-materi-2-penentuan-resiko.pdf

introduction.pdf

121p-01-final10-security_management_practice.pdf

project_mgtproposal_tender.pdf

MyPresentation: Manajemen Resiko SIAKAD

… Kali ini saya coba buat manajemen resiko untuk perancangan Sistem Informasi Akademik SMA AL HIKMAH Full-day School Surabaya. Mungkin masih belum detail, namun cukup untuk dijadikan acuan awal jika kelak memang benar-benar direalisasikan … Asyik juga yach jika kita “Learning By Doing” … walau pekerjaan belum perfect, minimal tahu kesulitan kita dimana trus didiskusikan solusinya … selengkapnya kunjungi … www.martasari.wordpress.com

Paper: Software Risk Management

Abstract:

This paper presents a holistic vision of the risk-based methodologies for Software Risk Management (SRM) developed at the Software Engineering Institute (SEI). SRM methodologies address the entire life cycle of software acquisition, development, and maintenance. This paper is driven by the premise that the ultimate efficacy of the developed methodologies and tools for software engineering is to buy smarter, manage more effectively, identify opportunities for continuous improvement, use available information and databases more efficiently, improve industry, raise the community’s playing field, and review and evaluate progress. The methodologies are based on seven management principles: shared product vision, teamwork, global perspective, forward-looking view, open communication, integrated management, and continuous process. Further information in www.martasari.wordpress.com

MANAJEMEN RESIKO PADA SOFTWARE PROCESS SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN (SIMPEN)

Firli Irhamni    5106201801

Software Sistem Informasi Pendidikan (SIMPEN) adalah sebuah software yang digunakan perguruan tinggi untuk melaksanakan operasional kegiatan pendidikan.  SIMPEN saat ini telah mencapai versi yang ketiga. Adapun SIMPEN ini terdiri dari lima modul utama yaitu : SI Akademik, SI Keuangan, SI Umum dan Kepegawaian, SI Kepustakaan, dan SI Laboratorium. Kelanjutannya dapat dilihat di tulisan_berikut

Sistem Informasi Daerah

Perhitungan COCOMO bisa digunakan untuk mengetahui jenis proyek, menghitung Person Month (perbandingan antara waktu dan tenaga yang dibutuhkan), Durasi (waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek), tim size (tenaga yang dibutuhkan). Metode Function Point pertama kali diusulkan oleh Albrecht dan Gaffney. Pada metode ini, ukuran proyek dapat dihitung oleh tiga komponen yaitu ukuran proses informasi (Unadjusted Function Points-UFP), faktor penyesuaian kompleksitas dan Function Points.

Tulisan ini bisa didapatkan pada estimasnia-811.pdf

Perhitungan COCOMO disini berdasarkan proposal Sistem Informasi Daerah (SIMDA), bisa didapatkan pada
simda_proposal.pdf
tgsproposalnia-811.ppt

Sumber perhitungan COCOMO bisa didapatkan pada
tutorial-oct25.pdf